Recent Articles
Kamis, 20 November 2014
Kamis, 20 November 2014
- 1 Comment
Setelah beberapa waktu lalu
mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta melakukan aksi
demonstrasi, sekarang giliran mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
(UMY) yang mengatasnamakan diri sebagai AMDAL (Aliansi Mahasiswa Berdaulat)
yang melakukan aksi demonstrasi di depan Kampus Terpadu Universitas
Muhammadiyah Yogyakarta, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, Kamis (20/11). Aksi ini
dilakukan karena adanya kebijakan pemerintah yang memutuskan untuk menaikkan
harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Aksi demonstrasi ini dimulai pada
pukul 14.00 WIB dan sampai berita ini diturunkan, demonstrasi masih
berlangsung. AMDAL ini adalah gabungan dari beberapa BEM dan
organisasi-organisasi yang ada di UMY, diantaranya adalah BEM KM UMY, DPM UMY,
PC IMM AR FACHRUDIN, IMM KORKOM UMY, BEM FISIPOL UMY, DPM ISIPOL, BEM FE UMY,
SENAT FE UMY, BEM FT UMY, BEM FAI UMY, dan SENAT FAI UMY.
AMDAL ini menuntut pemerintah untuk
melaksanakan beberapa tuntutan, diantaranya mencabut kebijakan menaikkan harga
BBM; Mencabut UU no. 22 tahun 2001 tentang UU Migas secara keseluruhan kemudian
menggantinya dengan UU yang pro rakyat; Menaikkan pajak barang mewah, pajak
barang impor, menurunkan anggaran belanja pegawai dalam APBN serta mendukung
pengembangan energi alternatif; Menasionalisasi aset-aset vital migas di sektor
hulu dan hilir; dan Memberantas mafia migas sampai ke akar-akarnya.
Karena aksi demonstrasi ini pihak
kepolisian menurunkan sebanyak 300 personil gabungan dari polsek-polsek di
seluruh Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Aksi demonstrasi ini diwarnai oleh
pembakaran ban dan lempar-lemparan botol air mineral. Karena itu satu mahasiswa
ditahan karena aksi mereka yang terlalu anarki. (LLA/BRY/ADM/MLN/SUL/BLA)
Setelah beberapa waktu lalu
mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta melakukan aksi
demonstrasi, sekarang giliran mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
(UMY) yang mengatasnamakan diri sebagai AMDAL (Aliansi Mahasiswa Berdaulat)
yang melakukan aksi demonstrasi di depan Kampus Terpadu Universitas
Muhammadiyah Yogyakarta, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, Kamis (20/11). Aksi ini
dilakukan karena adanya kebijakan pemerintah yang memutuskan untuk menaikkan
harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Aksi demonstrasi ini dimulai pada
pukul 14.00 WIB dan sampai berita ini diturunkan, demonstrasi masih
berlangsung. AMDAL ini adalah gabungan dari beberapa BEM dan
organisasi-organisasi yang ada di UMY, diantaranya adalah BEM KM UMY, DPM UMY,
PC IMM AR FACHRUDIN, IMM KORKOM UMY, BEM FISIPOL UMY, DPM ISIPOL, BEM FE UMY,
SENAT FE UMY, BEM FT UMY, BEM FAI UMY, dan SENAT FAI UMY.
AMDAL ini menuntut pemerintah untuk
melaksanakan beberapa tuntutan, diantaranya mencabut kebijakan menaikkan harga
BBM; Mencabut UU no. 22 tahun 2001 tentang UU Migas secara keseluruhan kemudian
menggantinya dengan UU yang pro rakyat; Menaikkan pajak barang mewah, pajak
barang impor, menurunkan anggaran belanja pegawai dalam APBN serta mendukung
pengembangan energi alternatif; Menasionalisasi aset-aset vital migas di sektor
hulu dan hilir; dan Memberantas mafia migas sampai ke akar-akarnya.
Karena aksi demonstrasi ini pihak
kepolisian menurunkan sebanyak 300 personil gabungan dari polsek-polsek di
seluruh Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Aksi demonstrasi ini diwarnai oleh
pembakaran ban dan lempar-lemparan botol air mineral. Karena itu satu mahasiswa
ditahan karena aksi mereka yang terlalu anarki. (LLA/BRY/ADM/MLN/SUL/BLA)
Setelah beberapa waktu lalu
mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta melakukan aksi
demonstrasi, sekarang giliran mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
(UMY) yang mengatasnamakan diri sebagai AMDAL (Aliansi Mahasiswa Berdaulat)
yang melakukan aksi demonstrasi di depan Kampus Terpadu Universitas
Muhammadiyah Yogyakarta, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, Kamis (20/11). Aksi ini
dilakukan karena adanya kebijakan pemerintah yang memutuskan untuk menaikkan
harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Aksi demonstrasi ini dimulai pada
pukul 14.00 WIB dan sampai berita ini diturunkan, demonstrasi masih
berlangsung. AMDAL ini adalah gabungan dari beberapa BEM dan
organisasi-organisasi yang ada di UMY, diantaranya adalah BEM KM UMY, DPM UMY,
PC IMM AR FACHRUDIN, IMM KORKOM UMY, BEM FISIPOL UMY, DPM ISIPOL, BEM FE UMY,
SENAT FE UMY, BEM FT UMY, BEM FAI UMY, dan SENAT FAI UMY.
AMDAL ini menuntut pemerintah untuk
melaksanakan beberapa tuntutan, diantaranya mencabut kebijakan menaikkan harga
BBM; Mencabut UU no. 22 tahun 2001 tentang UU Migas secara keseluruhan kemudian
menggantinya dengan UU yang pro rakyat; Menaikkan pajak barang mewah, pajak
barang impor, menurunkan anggaran belanja pegawai dalam APBN serta mendukung
pengembangan energi alternatif; Menasionalisasi aset-aset vital migas di sektor
hulu dan hilir; dan Memberantas mafia migas sampai ke akar-akarnya.
Karena aksi demonstrasi ini pihak
kepolisian menurunkan sebanyak 300 personil gabungan dari polsek-polsek di
seluruh Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Aksi demonstrasi ini diwarnai oleh
pembakaran ban dan lempar-lemparan botol air mineral. Karena itu satu mahasiswa
ditahan karena aksi mereka yang terlalu anarki. (LLA/BRY/ADM/MLN/SUL/BLA)
Setelah beberapa waktu lalu
mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta melakukan aksi
demonstrasi, sekarang giliran mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
(UMY) yang mengatasnamakan diri sebagai AMDAL (Aliansi Mahasiswa Berdaulat)
yang melakukan aksi demonstrasi di depan Kampus Terpadu Universitas
Muhammadiyah Yogyakarta, Kasihan, Bantul, Yogyakarta, Kamis (20/11). Aksi ini
dilakukan karena adanya kebijakan pemerintah yang memutuskan untuk menaikkan
harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Aksi demonstrasi ini dimulai pada
pukul 14.00 WIB dan sampai berita ini diturunkan, demonstrasi masih
berlangsung. AMDAL ini adalah gabungan dari beberapa BEM dan
organisasi-organisasi yang ada di UMY, diantaranya adalah BEM KM UMY, DPM UMY,
PC IMM AR FACHRUDIN, IMM KORKOM UMY, BEM FISIPOL UMY, DPM ISIPOL, BEM FE UMY,
SENAT FE UMY, BEM FT UMY, BEM FAI UMY, dan SENAT FAI UMY.
AMDAL ini menuntut pemerintah untuk
melaksanakan beberapa tuntutan, diantaranya mencabut kebijakan menaikkan harga
BBM; Mencabut UU no. 22 tahun 2001 tentang UU Migas secara keseluruhan kemudian
menggantinya dengan UU yang pro rakyat; Menaikkan pajak barang mewah, pajak
barang impor, menurunkan anggaran belanja pegawai dalam APBN serta mendukung
pengembangan energi alternatif; Menasionalisasi aset-aset vital migas di sektor
hulu dan hilir; dan Memberantas mafia migas sampai ke akar-akarnya.
Rabu, 19 November 2014
Rabu, 19 November 2014
- 0 Comments
Masih banyak di antara kita yang belum mengerti esensi sebagai seorang muslim. Padahal jika kita menelaah lebih jauh tentang bagaimana seorang muslim sejatinya sudah bisa dipastikan dunia ini akan berada dalam ketentraman dan perdamaian. Hal inilah yang disampaikan oleh Orhan Cicek dalam Stadium General dengan tema “Muslim Identity, Characteristics, Perspective and Goals at the Troubled and Challenged World” yang diselenggarakan oleh BHP UMY di miniteater Gedung D lt.4 UMY, sabtu (1/11).
Orhan menuturkan bahwa ada beberapa
karakteristik muslim atau muslimah seperti yang dirumuskan oleh Hasan Al Banna
seperti aqidah yang bersih, ibadah yang benar, akhlak yang kokoh, kekuatan
jasmani, intelek dalam berfikir, berjuang melawan hawa nafsu, pandai menjaga
waktu, teratur dalam suatu urusan, mandiri dan bermanfaat bagi orang lain.
“Banyak orang salah kaprah dalam mengartikan jihad. Padahal jihad yang paling
besar adalah jihad dalam melawan hawa nafsu. Tapi kebanyakan orang mengartikan
jihad dalam arti sempit yakni dalam peperangan saja,” tambah Orhan.
Orhan sendiri merupakan orang berkebangsaan Turki yang telah 34 tahun tinggal di Australia sehingga telah menjadi warga negara Australia. Menurut Lutfi Ulker, rekan Orhan, alasan memilih Orhan karena keahliannya dalam bidang dialog antar agama. Jadi dia yang paling mengerti tentang dialog antar agama dan acara seperti ini sudah diadakan di beberapa kota seperti Jakarta, Semarang, Jogja, Bandung, dan terakhir nanti akan diadakan di Aceh. “Kami sebelumnya juga sudah mengadakan acara serupa seperti ini di UGM. Kami lanjutkan disini karena kami pikir mahasiswanya memiliki tingkat intelektual tinggi, agamanya tinggi, dan supaya pikirannya lebih terbuka,” tambah Lutfi. (Bila & Bryan)
“Muhamamdiyah harus menjadi agen dakwah pencerah bagi seluruh umat Islam!”. Itulah kata-kata yang diucapkan oleh Din Syamsudin selaku Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang bergema di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Selasa malam (18/11). Ia mengemukakan hal itu dalam acara Launching Lagu dan Logo Muktamar Muhammadiyah ke-47 yang akan dilaksanakan pada tanggal 3-5 Agustus 2015 nanti.
Ia juga
berpesan kepada seluruh umat Muhammadiyah bahwa sebagai umat Muhammadiyah kita
harus selalu bersyukur kepada Allaah SWT karena Muhammadiyah telah menjadi
sebesar dan setua ini. “Marilah kita bersyukur atas apa yang telah
dirahmatkan-Nya untuk kita semua sehingga Muhamamdiyah bisa sebesar sekarang
ini. Selain itu, kita harus menjadi agen penyebar dakwah pencerah untuk seluruh
umat muslim,” lanjut Din.
Diacara ini
dikumandangkan theme song untuk Muktamar
Muhammadiyah ke-47 tahun 2015 di Makassar nanti yang berjudul “Indonesia Berkemajuan” yang langsung
diciptakan oleh Din Syamsudin dan diaransemen oleh Dwiki Rahmawan serta
dinyanyikan oleh gabungan Paduan Suara dari Universitas Muhammadiyah
Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, dan Stikes Aisyiyah. Selain itu, logo
untuk Muktamar Muhamamdiyah 2015 juga dilaunching pada malam ini. Makna logonya
adalah berusaha membuat Muhammadiyah agar terus ‘berlayar’ dan menyiarkan
nilai-nilai Muhamamdiyah ke seluruh penjuru negeri. Logo ini juga
merepresentasikan tuan rumah, yakni Makassar, Sulawesi Selatan dengan Kapal
Phinisi yang sedang berlayar.
Din menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk seluruh jajaran penggerak, daerah-daerah, sampai ranting-ranting Muhammadiyah di seluruh Indonesia atas suksesnya gelaran launching ini. “Selama menunggu Muktamar tahun depan, marilah kita isi hari-hari kita dengan memerbanyak kegiatan syiar Islam dan Muhamamdiyah dengan melaksanakan Gebyar Muhammadiyah di seluruh Indonesia,” tutup Din. (Bryan dan Sabila)
Langganan:
Komentar (Atom)

